
Tak ada yang tahu apa yang akan di temui di ujung sana. Tentu saja ingin menyentuh kebahagiaan. Benar. Sekarang, bukan lagi aku dan kamu melainkan kita. Kebahagiaan meliputi kita berdua. Kita mengatur akhir bahagia di balik pelangi. Berawal dari mimpi dan membawa kita hingga berada di sini.
Ketentraman belum mendatangiku. Kegelisahanlah yang selalu menjenguk tiap waktu. Takut di buang, takut di khianati. Memetik pemahaman yang tertera di benaknya. Aku tahu hal yang buruk sudah tertanam di hatinya. Namun, entahlah, aku tidak bisa mengerti.
Indahnya mimpiku telah musnah, bersih. Buruknya akhir yang aku dapatkan terus menghantui. Lebatnya angin kencang memorak porandakan suasana hatiku. Menyabit semua mimpi yang pernah aku tanam.
No comments:
Post a Comment